Posts

4825. KISAH SAYYIDINA 'ALI KARROMALLOHU WAJHAHU

PERTANYAAN : Assalamu 'alaikum. Para asatidz yang saya hormati, mohon bantuan teks lafadz dari cerita ini, barang kali ada yang punya kitabnya. "Seorang lelaki mendatangi amirul mukminin Ali bin Abi Tholib di hari raya, dan beliau sedang makan roti tanpa lauk pauk. Lalu orang itu berkata: "wahai amirul mukminin, hari ini adalah hari raya dan anda memakan roti seperti ini ?" Imam Ali menjawab : "bagi kami hari ini adalah hari raya besok hari raya. Setiap hari yang kami tidak melakukan kemaksiatan kepada allah di hari itu, maka itu bagi kami adalah hari raya". Terimakasih. [نورفوق نور] JAWABAN : Wa 'alaikum Salam warohmatullohi. Lihat Kitab Mausu'atul Kasnazan fima istholaha ahluttasowwufi wl irfani : موسوعة الكسنزان فيما اصطلح عليه أهل التصوف والعرفان - (21 / 260) ويقول الغوث الأعظم عبد القادر الكيلاني  قيل أن رجلاً دخل على علي - رضي الله عنه - و في يوم عيد وهو يأكل الخبز الخشكار فقال له : اليوم يوم العيد وأنت تأكل الخبز الخشكار ؟ ! ف...

4824. HUKUM BERBAKTI PADA KEDUA ORANG TUA YANG NON MUSLIM

PERTANYAAN : Assalamu'alaikum. Mau tanya sedikit, berbakti kepada orang tua itu wajib bukan ? Dan bagaimana jika orang tua beda agama, apakah hukumnya wajib juga untuk berbakti ? [ Winda Syaftri ]. JAWABAN : Wa'alaikum salam. Berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) hukumnya fardhu ain sekalipun keduanya non muslim. - Kitab Al-Mausu'ah Fiqhiyyah : الْبِرُّ بِالْوَالِدَيْنِ فَرْضُ عَيْنٍ كَمَا سَبَقَ بَيَانُهُ، وَلاَ يَخْتَصُّ بِكَوْنِهِمَا مُسْلِمَيْنِ، بَل حَتَّى لَوْ كَانَا كَافِرَيْنِ يَجِبُ بِرُّهُمَا وَالإِْحْسَانُ إِلَيْهِمَا مَا لَمْ يَأْمُرَا ابْنَهُمَا بِشِرْكٍ أَوِ ارْتِكَابِ مَعْصِيَةٍ. قَال تَعَالَى: {لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ} Birrul walidain hukumnya fardhu ain sebagaimana penjelasan sebelumnya, dan tidak khusus kedua orang tuanya muslim tetapi walaupun keduanya kafir juga w...

Menempatkan kembali Nash-Nash Imam Syafi’i pada pemahaman yang benar (bag.1)

1.     Perkataan Syafi’i: “Qiyam bulan Ramadhan, shalat sendiri lebih aku senangi darinya.” Perkataan Imam Syafi’i ini terdapat dalam kitab Mukhtashar al-Muzani. Teksnya adalah sebagai berikut : وقيام شهر رمضان فصلاة المنفرد احب الى منه “Qiyam (mendirikan) bulan Ramadhan, maka shalat secara sendiri-sendiri lebih aku senangi darinya.” [1] Perkataan Imam Syafi’i ini kadang dipahami sebagian orang bahwa Imam Syafi’i berpendapat shalat Tarawih sunnah dilakukan secara sendiri-sendiri tanpa jama’ah. Untuk memahami secara baik, mari kita perhatikan penjelasan al-Mawardi, seorang ulama besar mazhab Syafi’i berikut ini. Menurut al-Mawardi ada dua kemungkinan makna pernyataan Imam Syafi’i di atas, yakni : a.     Qiyam Ramadhan, meskipun dilakukan secara berjama’ah, maka shalat sunat yang dilakukan secara sendiri-sendiri seperti witir dan dua raka’at fajar lebih kuat pahalanya dari shalat qiyam Ramadhan. Ini pendapat Abu al-Abbas bin Suraij. b.     Shal...