Posts

4858. MAKAN ROTI MENDAPAT PAHALA SUNNAH ?

PERTANYAAN : Assalaamu alaikum wr wb. Rasulullah SAW biasanya makan roti gandum kasar. Jika kita juga makan roti, apakah kita mendapatkan pahala sunnah ? [ santriwati dumay ]. JAWABAN : Wa'alaikumussalaam, mendapatkan pahala sunah,karna ikut perilaku Rosul dalam urusan dunia hukumnya sunah. Wallaahu a'lam. Robbi ij'alna minash-sholihin. [ ustadz  Abdullah Afif II, ustadz Ghufron Bkl ]. واختلف في هذه الأسوة بالرسول عليه السلام ، هل هي على الإيجاب أو على [ ص: 144 ] الاستحباب ; على قولين : أحدهما : على الإيجاب حتى يقوم دليل على الاستحباب . الثاني : على الاستحباب حتى يقوم دليل على الإيجاب . ويحتمل أن يحمل على الإيجاب في أمور الدين ، وعلى الاستحباب في أمور الدنيا . ( لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا ( 21 ) ولما رأى المؤمنون الأحزاب قالوا هذا ما وعدنا الله ورسوله وصدق الله ورسوله وما زادهم إلا إيمانا وتسليما ( 22 ) ) . هذه الآية الكريمة أصل كبير في التأسي برسول الله صلى الله عليه وسلم في أقواله وأفعاله وأحواله - Su...

4857. HUKUM RUMAH YANG DIBANGUN DI TANAH HASIL KORUPSI

PERTANYAAN : Jika orang tua memberi saya uang dan saya membeli tanah dengan uang itu, setelah saya bangun rumah di atas tanah itu, ternyata uang beli tanahnya uang haram misal korupsi. Apa yang harus saya lakukan agar terbebas dari dosa ? Mohon penjelasan asatidz au asatidzah. [ Hamdan ]. JAWABAN : Wa'alaikumussalaam, mengganti sesuai kadar korupsinya dan diserahkan pada pemerintah atau pada hakim yang dapat mandat mentasharrufkan harta untuk kepentingan umum. Wallahu a'lam. Robbi ij'alna minash-sholihin. [ Ghufron Bkl ]. الزواجر عن القتراف الكبائر ج 2 ص 268-269 الضرب الثاني : ما يتعلق به حق آدمي فالتوبة منه يشترط فيها جميع ما مر , ويزيد هذا بأنه لا بد من إسقاط حق الآدمي , فإن كان مالا رده إن بقي وإلا فبدله لمالكه أو نائبه أو لوارثه بعد موته ما لم يبرئه منه ولا يلزمه إعلامه به , فإن لم يكن وارث أو انقطع خبره دفعه إلى الإمام ليجعله في بيت المال أو إلى الحاكم المأذون له التصرف في مال المصالح , فإن تعذر قال العبادي والغزالي : تصدق عنه بنية الغرم , وألحق الرافعي...

4856. BULU / RAMBUT TEBAL TERMASUK AURAT DALAM SHOLAT ?

PERTANYAAN : Assalamualaikum wr wb. Mohon bantuan jawab atas pertanyaan saya. Ada seorang perempuan yang mempunyai bulu sangat tebal sekali, sehingga bulu tersebut menutupi seluruh tubuhnya. Yang ingin saya tanyakan : Sahkah shalat orang tersebut bila tidak memakai mukena, karena seluruh tubuhnya sudah tertutup bulu tersebut. Atas bantuan jawab dari para ustadz /ustadzah saya sampaikan terima kasih. Wassalamu'alaikum wr wb. [ Noerool Qolbyie ]. JAWABAN : Wa’alaikumussalaam. Jika ada seorang perempuan yang mempunyai bulu rambut sangat tebal sekali, sehingga bulu tersebut menutupi seluruh tubuhnya, melakukan shalat tanpa memakai mukena (menutup aurat dengan pakaian) maka tidak sah shalatnya, karena bulu rambut badan wanita termasuk aurat. Wallahu a'lam. Robbi ij'alna minash-sholihin. [ustadz Åm Pènązäm, ustadz Sho'im As-Sho'im ,ustadz Ghufron Bkl , ustadzah Dik Siti Hidayah ]. وفي حاشية شيخنا العلامة الشوبري على التحرير بعد قول سم في آخر الفرع الأول أ...

Penggabungan niat qurban dan aqiqah pada satu ekor hewan

Terjadi khilaf pendapat dikalangan ulama Syafi’iyah tentang kebolehan penggabungan niat qurban dan aqiqah pada satu ekor hewan. Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan tidak memadai tindakan tersebut untuk satupun dari keduanya. Adapun Imam al-Ramli berpendapat sebaliknya, beliau mengatakan niat qurban dan aqiqah pada satu ekor hewan memadai untuk keduanya. Berikut kutipan dari kedua ulama tersebut, yakni : 1.Dalam Tuhfah al-Muhtaj, al-Haitami mengatakan : وَظَاهِرُ كَلَامِ الْمَتْنِ وَالْأَصْحَابِ أَنَّهُ لَوْ نَوَى بِشَاةٍ الْأُضْحِيَّةَ وَالْعَقِيقَةَ لَمْ تَحْصُلْ وَاحِدَةٌ مِنْهُمَا وَهُوَ ظَاهِرٌ؛ لِأَنَّ كُلًّا مِنْهُمَا سُنَّةٌ مَقْصُودَةٌ وَلِأَنَّ الْقَصْدَ بِالْأُضْحِيَّةِ الضِّيَافَةُ الْعَامَّةُ وَمِنْ الْعَقِيقَةِ الضِّيَافَةُ الْخَاصَّةُ وَلِأَنَّهُمَا يَخْتَلِفَانِ فِي مَسَائِلَ كَمَا يَأْتِي وَبِهَذَا يَتَّضِحُ الرَّدُّ عَلَى مَنْ زَعَمَ حُصُولَهُمَا وَقَاسَهُ عَلَى غُسْلِ الْجُمُعَةِ وَالْجَنَابَةِ عَلَى أَنَّهُمْ صَرَّحُوا بِأَنَّ مَبْنَى الطَّهَارَاتِ عَلَى التَّدَاخُلِ فَ...

Hukum memelihara burung dalam sangkar

Hukum memelihara hewan termasuk burung dengan cara di batasi kebebasannya, baik dengan cara dikurung atau diikat dibolehkan dengan syarat dipenuhi kebutuhan makannya, tidak diperlakukan secara zalim dan bukan hewan yang diharamkan untuk dipelihara. Berikut ini nash dari ulama mengenai masalah ini, yakni antara lain: 1.     Qalyubi berkata : لَهُ حَبْسُ حَيَوَانٍ وَلَوْ لِسَمَاعِ صَوْتِهِ، أَوْ التَّفَرُّجِ عَلَيْهِ، أَوْ نَحْوَ كَلْبٍ لِلْحَاجَةِ إلَيْهِ مَعَ إطْعَامِهِ . Boleh seseorang menahan (memelihara) hewan walau untuk sekedar mendengar suaranya atau melihatnya, atau menahan seumpama anjing untuk kebutuhan, dengan syarat hewan-hewan itu diberi makan. [1] 2.     Dalam kitab Syarah al-Iqna’ karya al-Khatib al-Syarbaini disebutkan :   سئل القفال عن حبس الطيور في اقتناص لسماع أصواتها أو غير ذلك فأجاب بالجواز إذا تعهدها مالكها بما يحتاج إليه لأنها كالبهيمة تربط. . Imam Qaffal ditanya tentang hukumnya meletakkan burung dalam sangkar untuk didengarkan ...