Posts

Ghibah lebih berat dari zina? (Kajian bersama Ibnu Hajar al-Haitami)

Pembahasan di bawah ini merupakan jawaban Ibnu Hajar al-Haitami terhadap pertanyaan berikut ini : 1.       Apakah maksud sabda Nabi SAW berbunyi : الْغِيبَةُ أَشَدُّ مِنْ الزِّنَا dan sabda Nabi SAW berbunyi : الْغِيبَةِ أَشَدُّ مِنْ ثَلَاثِينَ زَنْيَةً فِي الْإِسْلَامِ padahal diketahui bahwa ghibah itu dosa kecil, sedangkan zina dosa besar. 2.       Apakah zina termasuk dosa antara hamba dan tuhannya, sehingga taubatnya tidak memerlukan minta maaf kepada seorangpun dari manusia ataukah ia merupakan dosa yang berhubungan dengan anak Adam, sehingga taubatnya memerlukan minta maaf kepada kerabat perempuan yang dizinainnya atau suaminya apabila perempuan itu sudah bersuami ? 3.       Apa dhabith dosa yang berhubungan dengan Allah dan dosa yang berhubungan anak Adam? Ibnu Hajar al-Haitami menjawab : Rasulullah SAW bersabda : الْغِيبَةُ أَشَدُّ مِنْ الزِّنَا Ghibah (mengumpat) lebih berat dari zina Hadits ini merupak...

Membakar dibalas dengan membakar (kajian hukum qishas oleh al-Mawardi dalam kitabnya, al-Hawi al-Kabir)

Imam Syafi’i mengatakan : وإن   طرحه في نار حتى يموت طرح في النار حتى يموت Apabila seseorang dilempar dalam api yang menyebabkan mati, maka yang melempar itu juga dilempar dalam api sehingga mati. Ucapan Imam Syafi’i di atas bermakna bahwa hukuman qishas bagi pelaku pembakaran adalah pembakaran juga. Apabila perbuatan pembakarannya itu berujung kepada kematian, maka sipelakunya juga di bakar sampai kepada kematiannya. Al-Mawardi, selanjutnya menjelaskan pendapat Imam Syafi’i di atas berbeda dengan pendapat Abu Hanifah. Adapun Abu Hanifah mengatakan : إذا قتله بمثقل الحديد أو بالنار لم يجز أن يستوفي القصاص منه إلا بمحدد الحديد دون مثقله ، ودون النار Apabila seseorang membunuh dengan menggunakan besi tumpul atau dengan api, maka tidak boleh dilaksanakan qishas kecuali dengan besi tajam, tidak boleh dengan besi tumpul dan dengan api. Argumentasi yang digunakan untuk mendukung pendapat Abu Hanifah ini antara lain : 1.     Hadits dari Abu Hurairah berbunyi : أن النبي صلى ...

“Fitnah lebih kejam dari pembunuhan” (Penafsiran Q.S. al-Baqarah: 191)

Fitnah lebih kejam dari pembunuhan merupakan ungkapan yang tidak asing lagi di pendengaran kita dalam pergaulan sehari-hari. Ungkapan ini sering digunakan untuk menghentikan seseorang yang suka bergosip negatif dengan berita bohong. Ungkapan ini akan lebih cepat diterima, mengingat ungkapan ini dianggap sebagai terjemahan dari penggalan ayat al-Qur’an al-Baqarah : 191, berbunyi : الفتنة  اشد من القتل Tetapi apakah penafsirannya ini sudah tepat? Sudah tepatkah penempatan ayat tersebut sebagai dalil untuk menghentikan orang-orang yang suka bergosip negatif dengan berita bohong ? Berikut ini kami mencoba menganalis menurut kemampuan ilmu yang kami punya, tentunya dengan merujuk kepada ulama-ulama kita yang disepakati dapat menjadi rujukan dalam menafsir al-Quran. Dosa pembunuhan merupakan dosa tertinggi setelah syirik. 1.     Apabila fitnah di sini diartikan dengan makna perkataan bohong untuk memberikan   stigma   negatif seseorang kepada pihak lain sebagaima...