Posts

5240. HUKUM MEMAKAN ALAT KELAMIN HEWAN QURBAN

PERTANYAAN : Assalamu alaikum. Bagaimanakah hukumnya mengkonsumsi alat kelamin dari hewan qurban ? [ Rizka Hikami ]. JAWABAN : Wa'alaikumussalam. Di kitab Bahrur Roiq, menurut madzhab Hanafiyah hukum memakan daging kelamin kambing (hewan qurban) adalah makruh (halal dan boleh dimakan, tapi dianjurkan tidak dikonsumsi), begitu juga menurut al khottoby dalam kitab al majmu' hukumnya makruh. Keterangan yang sama dalam kitab sunan kubro, hukumnya makruh tanpa ada keharaman. Sedang di kitab Mawsu'ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah, dalam Madzhab Hanafi mengkonsumsi daging tersebut hukumnya Makruh Tanzih dan pendapat lain Makruh Tahrim. Wallohu a'lam. [Ust. Nur Hazmah, Ust .Ibnu Hasyim Alwi ]. - kitab Bahrur Roiq : ( كره من الشاة الحياء والخصية والغدة والمثانة والمرارة والدم المسفوح والذكر ) لما روى الأوزاعي عن واصل بن مجاهد قال { كره رسول الله صلى الله عليه وسلم من الشاة الذكر والأنثيين والقبل والغدة والمرارة والمثانة } قال أبو حنيفة الدم حرام وكره الستة وذلك لقوله ...

Isteri apakah wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Isteri tidak wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyapu dan lain-lain, bahkan seandainya isterinya termasuk orang yang adat kebiasaannya dilayani oleh pembantu, maka suami wajib menyediakan pembantu untuknya. Keterangan ulama tentang ini antara lain : 1.     Syeikh Sulaiman al-Jamal mengatakan : وَقَعَ السُّؤَالُ فِي الدَّرْسِ هَلْ يَجِبُ عَلَى الرَّجُلِ إعْلَامُ زَوْجَتِهِ بِأَنَّهَا لَا تَجِبُ عَلَيْهَا خِدْمَةٌ مِمَّا جَرَتْ بِهِ الْعَادَةُ مِنْ الطَّبْخِ وَالْكَنْسِ وَنَحْوِهِمَا مِمَّا جَرَتْ بِهِ عَادَتُهُنَّ أَمْ لَا وَأَجَبْنَا بِأَنَّ الظَّاهِرَ الْأَوَّلُ؛ لِأَنَّهَا إذَا لَمْ تَعْلَمْ بِعَدَمِ وُجُوبِ ذَلِكَ ظَنَّتْ أَنَّهُ وَاجِبٌ، وَأَنَّهَا لَا تَسْتَحِقُّ نَفَقَةً وَلَا كِسْوَةً إنْ لَمْ تَفْعَلْهُ فَصَارَتْ كَأَنَّهَا مُكْرَهَةٌ عَلَى الْفِعْلِ، وَمَعَ ذَلِكَ لَوْ فَعَلَتْهُ وَلَمْ يُعْلِمْهَا فَيُحْتَمَلُ أَنَّهُ لَا يَجِبُ لَهَا أُجْرَةٌ عَلَى الْفِعْلِ لِتَقْصِيرِهَا بِعَدَمِ الْبَحْثِ وَالسُّؤَالِ عَنْ ذَلِكَ اهـ ع ش عَلَى م ر Pe...

5239. KETIKA LAMARAN RASULULLOH DI TOLAK HALUS OLEH UMMU HANI

PERTANYAAN : Assalamu’alaikum yai/nyai semoga group ini selalu dalam keberkahan. Adakah ibaroh yang menyatakan kalau Rasulullah pernah ditolak cintanya  oleh Fatikhah sepupu imam Ali kwh. sebelum menikah dengan Khodijah r.a  dan setelah Khodijah r.a wafat ditolak kembali, monggo referensi sirah nya. [ Yanwar Bekti ]. JAWABAN : Wa'alaikum salam. Dia  bernama Fakhitah, seorang wanita dari kalangan bangsawan Quraisy. Putri  paman Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib Abdu Manaf  bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay. Ibunya  bernama Fathimah bintu Asad bin Hasyim bin  Abdi Manaf. Dia saudari sekandung ‘Ali, ‘Aqil dan Ja’far, putra-putra  Abu Thalib dan sepupu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Dia  begitu mengerti tentang agungnya hak seorang suami. Dia pun mengerti  tentang hak anak-anak yang ditinggalkan suaminya dalam asuhannya. Dia  tak ingin menyia-nyiakan satu pun dari k...

5238. BOLEHKAH MENYINGKIRKAN ANAK KECIL DARI SHOF DEPAN DALAM SHALAT JAMAAH ??

PERTANYAAN : Assalamualaikum. Apakah anak kecil termasuk memutus barisan shaf jamaah dan bolehkah jika anak tersebut dimundurkan / dipindah ke belakang dari shafnya? Mengenai anak-anak secara mutlak tidak memutus shaf sholat ada takbir yang shoreh tidak? Katanya kalau belum tamyiz itu memutus sebab sholatnya tidak sah, katanya sih, suwun. [ Sae Shippuden ]. JAWABAN : Wa'alaikumussalam. Anak kecil tidak memutus shoff jama'ah shalat, bahkan bisa menyempurnakan shoff jama'ah jika shof nya masih longgar, bisa sempurna dengan di-isi anak kecil yang datang duluan di shof depan. Menurut pendapat yang mu'tamad anak kecil yang datang duluan tidak boleh dikeluarkan dari shof awal dimundurkan ke barisan belakang, namun menurut imam ghozali boleh. Mengenai anak-anak yang belum tamyiz itu memutus fadhilah shaf sholat sebab sholatnya tidak sah, ada ta'bir yang shoreh di kitab non syafi'iyah al mughni ibnu qudamah dari madhab hambaliyah, tapi contohnya bukan an...

Berkata kasar kepada suami apakah termasuk nusyuz?

Sebagaimana dimaklumi dalam fiqh, nusyuz adalah menolak melayani suami, baik dalam perkara jima’ maupun jenis bersenang-senang suami isteri lainnya. Namun demikian, mencaci maki dan menyakiti suami dengan perkataan kotor tidaklah termasuk dalam katagori nusyuz yang dapat menghilangkan hak nafkah isteri, meskipun perilaku isteri tersebut digolongkan dalam perbuatan maksiat. Tidak digolongkan mencaci maki dan menyakiti suami dengan perkataan kotor dalam katagori nusyuz disebabkan perilaku tersebut tidak termasuk jenis perilaku menolak  bersenang-senang suami isteri ( istimta’ ). Kesedian isteri melakukan istimta’ inilah yang menjadi imbalan (muqabalah) dari kewajiban nafkah suami kepada isterinya. Al-Hushni al-Husaini ad-Dimasyiqi mengatakan : ليس من النشوز الشتم وبذائة اللسان لكنها تأثم بإيذائه وتستحق التأديب. وهل يؤدبها الزوج أم يرفع الأمر إلى القاضي؟ وجهان حكاهما الرافعي هنا بلا ترجيح. وجزم به في باب التعزير بأن الزوج يؤدبها، وصححه النواوى هنا من زيادته فقال قلت: الأصح أنه يؤدبها ...