Posts

Mendahulukan nafkah isteri atas orangtua?

Kewajiban memberi nafkah kepada orangtua apabila keadaan orangtua dalam keadaan miskin merupakan tanggungjawab anaknya, disamping kewajiban memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anak. Namun menjadi persoalan, ketika seseorang hanya mampu menafkahkan salah seorang saja. Apabila diberikan untuk orangtua, maka hak nafkah isteri terabaikan. Sebaliknya apabila diberikan untuk isteri, maka orangtua tidak ada yang menafkahinya. Dalam menjawab persoalan ini, para ulama berpendapat hak nafkah isteri harus didahulukan, dengan alasan sebagai berikut : 1.     Hadits riwayat Muslim dari Jabir sebagaimana disebutkan setelah ini 2.     Nafkah isteri merupakan akibat hukum dari akad nikah yakni muqabalah (imbalan) dari pelayanan seksual (istimta’). Adapun nafkah orangtua sebuah kewajiban bukan didasarkan karena wujud akad. 3.     Nafkah isteri tidak gugur dengan sebab lalu zaman dan dengan sebab miskin. Sehingga suami tetap terhutang nafkah kepada isterin...

Ghayatul Wushul (Terjemahan dan Penjelasannya), Masalik ‘Illat, Hal. 119

مسالك العلة أي هذا مبحث الطرق الدالة على علية الشيء. (الأول الإجماع) كالإجماع على أن العلة في خبر الصحيحين لا يحكم أحد بين اثنين وهو غضبان. تشويش الغضب للفكر فيقاس بالغضب غيره مما يشوّش الفكر نحو جوع وشبع مفرطين، وكالإجماع على أن العلة في تقديم الأخ الشقيق في الإرث على الأخ للأب اختلاط النسبين فيه فيقاس به تقديمه عليه في ولاية النكاح، وصلاة الجنازة ونحوهما. Jalan-jalan mencari ‘illat. Artinya, ini adalah pembahasan jalan-jalan yang menunjuki kepada menjadi ‘illat sesuatu. Pertama ijmak,  seperti ijmak  menjadi ‘illat mengacaukan kemarahan atas pikiran dalam hadits shahihaini, “Tidak menetapkan hukum seseorang di antara dua orang, sedangkan dia dalam keadaan marah.” Dengan berpegang kepada ‘illat ini, maka yang selainnya, yakni sifat-sifat yang dapat mengacaukan pikiran seperti terlalu lapar dan kenyang diqiyaskan kepada marah. Dan juga seperti ijmak atas menjadi ‘illat bercampur dua nasab(1) pada mendahulukan saudara sekandung atas saudara sebapak dalam masalah warisan. Berdas...

5241. BEBERAPA DALIL ALQUR'AN DAN HADITS TENTANG QURBAN

PERTANYAAN : Assalamu'alaikum. Mohon maaf min saya mau tanya, mungkin karena kebodohan saya, sampai saat ini saya belum pernah menemukan kata 'Qurban atau Kurban' dalam Al-qur'an, jika ada, pada surat apa? [ Ahmad Rifa'i ]. JAWABAN :   Wa'alaikum salam. Dalil atau ayat dalam al-Quran yang berbicara tentang ritual qurban antara lain : - surat al-Kautsar ayat 2 : فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (Q.S. al-Kautsar: 2). - surat al-Maidah ayat 27 : وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ “Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka (qurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) di...

5240. HUKUM MEMAKAN ALAT KELAMIN HEWAN QURBAN

PERTANYAAN : Assalamu alaikum. Bagaimanakah hukumnya mengkonsumsi alat kelamin dari hewan qurban ? [ Rizka Hikami ]. JAWABAN : Wa'alaikumussalam. Di kitab Bahrur Roiq, menurut madzhab Hanafiyah hukum memakan daging kelamin kambing (hewan qurban) adalah makruh (halal dan boleh dimakan, tapi dianjurkan tidak dikonsumsi), begitu juga menurut al khottoby dalam kitab al majmu' hukumnya makruh. Keterangan yang sama dalam kitab sunan kubro, hukumnya makruh tanpa ada keharaman. Sedang di kitab Mawsu'ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah, dalam Madzhab Hanafi mengkonsumsi daging tersebut hukumnya Makruh Tanzih dan pendapat lain Makruh Tahrim. Wallohu a'lam. [Ust. Nur Hazmah, Ust .Ibnu Hasyim Alwi ]. - kitab Bahrur Roiq : ( كره من الشاة الحياء والخصية والغدة والمثانة والمرارة والدم المسفوح والذكر ) لما روى الأوزاعي عن واصل بن مجاهد قال { كره رسول الله صلى الله عليه وسلم من الشاة الذكر والأنثيين والقبل والغدة والمرارة والمثانة } قال أبو حنيفة الدم حرام وكره الستة وذلك لقوله ...

Isteri apakah wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Isteri tidak wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyapu dan lain-lain, bahkan seandainya isterinya termasuk orang yang adat kebiasaannya dilayani oleh pembantu, maka suami wajib menyediakan pembantu untuknya. Keterangan ulama tentang ini antara lain : 1.     Syeikh Sulaiman al-Jamal mengatakan : وَقَعَ السُّؤَالُ فِي الدَّرْسِ هَلْ يَجِبُ عَلَى الرَّجُلِ إعْلَامُ زَوْجَتِهِ بِأَنَّهَا لَا تَجِبُ عَلَيْهَا خِدْمَةٌ مِمَّا جَرَتْ بِهِ الْعَادَةُ مِنْ الطَّبْخِ وَالْكَنْسِ وَنَحْوِهِمَا مِمَّا جَرَتْ بِهِ عَادَتُهُنَّ أَمْ لَا وَأَجَبْنَا بِأَنَّ الظَّاهِرَ الْأَوَّلُ؛ لِأَنَّهَا إذَا لَمْ تَعْلَمْ بِعَدَمِ وُجُوبِ ذَلِكَ ظَنَّتْ أَنَّهُ وَاجِبٌ، وَأَنَّهَا لَا تَسْتَحِقُّ نَفَقَةً وَلَا كِسْوَةً إنْ لَمْ تَفْعَلْهُ فَصَارَتْ كَأَنَّهَا مُكْرَهَةٌ عَلَى الْفِعْلِ، وَمَعَ ذَلِكَ لَوْ فَعَلَتْهُ وَلَمْ يُعْلِمْهَا فَيُحْتَمَلُ أَنَّهُ لَا يَجِبُ لَهَا أُجْرَةٌ عَلَى الْفِعْلِ لِتَقْصِيرِهَا بِعَدَمِ الْبَحْثِ وَالسُّؤَالِ عَنْ ذَلِكَ اهـ ع ش عَلَى م ر Pe...